Keahlian

Dibaca 2,861 kali

Di dalam standar 1210 mengenai keahlian (proficiency) diatur bahwa auditor internal harus memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kompetensi lain yang dibutuhkan dalam melaksanakan penugasan. Secara kolektif, aktivitas audit internal harus memiliki atau mendapatkan pengetahuan, keahlian, dan kompetensi lain yang dibutuhkan dalam melaksanakan tanggung jawabnya. Keahlian tersebut ditunjukkan antara lain dengan sertifikasi dan kualifikasi profesional, seperti CIA dan gelar-gelar profesi yang lain.

Pengetahuan, keterampilan, dan kompetensi lain yang yang dimaksud dalam standar tersebut meliputi:

  • Keahlian dalam menerapkan standar audit internal, prosedur, dan teknik dalam melakukan penugasan.
  • Keahlian dalam prinsip-prinsip dan teknik akuntansi, bagi auditor internal yang melakukan audit internal atas pencatatan dan pelaporan keuangan.
  • Pengetahuan untuk mengidentifikasi indikator kecurangan (fraud).
  • Pengetahuan tentang risiko dan pengendalian teknologi informasi kunci serta teknik audit berbasis teknologi.
  • Pemahaman tentang prinsip-prinsip manajemen untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi materialitas dan signifikansi suatu penyimpangan dari praktik bisnis yang sehat.
  • Apresiasi terhadap hal-hal mendasar dalam bisnis seperti akuntansi,ekonomi, hukum komersial, perpajakan, keuangan, metode kuantitatif,teknologi  informasi, manajemen risiko, dan kecurangan.
  • Keterampilan dalam berhubungan dengan orang lain, pemahaman hubungan manusia, dan memelihara hubungan yang memuaskan dengan klien penugasan.
  • Keterampilan dalam komunikasi lisan dan tulisan dengan jelas dan dapat menyampaikan hal-hal terkait dengan penugasan (seperti tujuan, evaluasi, kesimpulan, dan rekomendasi) secara efektif.

Terlihat di atas bahwa terdapat gradasi di antara keahlian, pemahaman, dan apresiasi, sebagai berikut:

  • Keahlian berarti kemampuan untuk menerapkan pengetahuan untuk setiap situasi yang dihadapi dan mampu menghadapi situasi tersebut dengan tepat tanpa membutuhkan banyak bantuan atau riset lanjutan.
  • Pemahaman berarti kemampuan untuk menerapkan pengetahuan yang luas dalam berbagai kemungkinan situasi yang harus dihadapi, mengenali penyimpangan yang signifikan, dan dapat melaksanakan riset yang diperlukan untuk mendapatkan solusi yang wajar.
  • Apresiasi berarti kemampuan untuk mengenali adanya masalah atau potensi masalah dan untuk mengidentifikasi perlunya riset tambahan atau perlunya bantuan dari pihak ketiga.

Gradasi ini dapat dipersyaratkan secara berbeda untuk setiap posisi dalam aktivitas audit internal, sebagaimana dapat dilihat dalam competency framework.

Kriteria yang sesuai terkait pendidikan dan pengalaman untuk mengisi posisi internal audit ditetapkan oleh kepala eksekutif audit (CAE). Kriteria ini harus mempertimbangkan lingkup pekerjaan dan tingkat tanggung jawab, serta keyakinan yang memadai atas kualifikasi dan kemampuan masing-masing calon auditor.

Pengembangan profesional berkesinambungan sangat penting untuk membantu memastikan proficiency staf audit internal secara terus-menerus.

CAE dapat memperoleh bantuan dari para ahli di luar aktivitas audit internal untuk mendukung atau melengkapi daerah di mana aktivitas audit internal tidak cukup proficient.

Referensi :

  • Practice Advisory #1210-1 IPPF Jan 2009