Pengembangan Profesional Berkelanjutan

Dibaca 1,432 kali

Dalam standar 1230 diwajibkan bagi Auditor Internal untuk terus meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kompetensi lainnya melalui  pengembangan profesional berkelanjutan . Selanjutnya disarankan oleh The IIA bahwa:

1. Auditor internal bertanggung jawab untuk secara terus menerus menjalani pendidikan untuk mempertahankan dan meningkatkan keahlian mereka. Auditor internal harus tetap terinformasi mengenai perkembangan standar, prosedur, dan teknik  audit internal mutakhir, termasuk SIPPAI dari The IIA. Pendidikan profesional  berkelanjutan (PPL) dapat diperoleh melalui keanggotaan, partisipasi, dan menjadi relawan di organisasi profesional, kehadiran di konferensi, seminar, dan program pelatihan inhouse ; penyelesaian pendidikan perguruan tinggi; serta keterlibatan dalam suatu projek penelitian.

2. Auditor Internal didorong untuk menunjukkan keahlian mereka dengan mendapatkan sertifikasi profesional yang sesuai , seperti gelar Certified Internal Auditor atau gelar lain yang ditawarkan oleh The IIA, serta gelar-gelar lain yang terkait dengan profesi audit internal.

3. Auditor Internal didorong untuk mendapatkan PPL  yang sesuai dengan kegiatan organisasi mereka dan  industri terkait untuk mempertahankan keahlian mereka terkait keunikan organisasi mereka  dalam hal proses tata kelola, risiko, dan pengendalian.

4. Auditor Internal yang melakukan audit khusus dan pekerjaan konsultasi – seperti teknologi informasi, pajak, aktuaria, atau desain sistem – dapat melakukan PPL khusus sehinnga memungkinkan  mereka untuk melakukan pekerjaan audit internal mereka dengan keahlian yang memadai.

5. Auditor internal yang memiliki sertifikasi profesional bertanggung jawab untuk mendapatkan PPL yang cukup dalam memenuhi persyaratan terkait dengan sertifikasi profesional yang dimilikinya.

6. Auditor Internal yang pada saat ini tidak memegang sertifikasi profesional yang sesuai didorong untuk mencari program pendidikan dan/atau belajar secara mandiri untuk mendapatkan sertifikasi profesional dimaksud.

Referensi :
Practice Advisory #1230-1 IPPF Jan 2009