IIA Terbitkan Practice Guide “Independensi dan Objektivitas”

Dibaca 925 kali

Sebagaimana diatur dalam Standar 1100, independensi dan objektivitas, merupakan atribut fundamental dalam profesi auditor internal. Bukan hanya standar, arti penting atribut ini bahkan dapat dibuktikan dengan keberadaannya sebagai komponen Definisi Audit Internal. Saking pentingnya atribut ini, banyak penugasan yang menjadi tidak berarti apabila dilaksanakan tanpanya.

Dalam pelaksanaannya, tidak mudah untuk mengejawantahkan independensi dan objektivitas ini dalam penugasa auditor internal sehari-hari. Sebagian besarnya dikarenakan atribut ini lebih banyak berhubungan dengan sikap mental yang tidak dapat diukur secara mudah. Oleh karena itu, cukup wajar apabila banyak pertanyaan di lapangan dalam penerapan standar ini. Bukan hanya pertanyaan dari auditor sendiri, namun juga dari stakeholder, klien penugasan dan para pengguna layanan auditor internal. Apalagi bila dihubungkan dengan layanan audit internal yang semakin luas, peran yang semakin penting, tanggung jawab yang lebih besar, pengungkapan yang dituntut lebih transparan, dan akuntabilitas yang lebih besar.

IIA tampaknya menyadari kompleksitas penerapan dimaksud sehingga merasa perlu untuk merilis practice guide terkait independensi dan objektivitas ini pada akhir bulan Oktober 2011 ini. Dalam rilisnya, IIA menginginkan agar practice guide ini dapat memenuhi tujuan-tujuan sebagai berikut:

  • Menyoroti hal-hal penting dalam atribut independensi dan objektivitas.
  • Membahas aspek-aspek independensi dan objektivitas yang  berpotensi membingungkan.
  • Mengidentifikasi aktivitas-aktivitas yang mendukung independensi dan objektivitas.
  • Mengidentifikasi berbagai pertimbangan dan tantangan yang mungkin muncul terkait dengan independensi dan objektivitas.
  • Memberikan kerangka kerja untuk mengelola independensi dan objektivitas.

Bagi Anda yang menjadi anggota IIA, practice guide ini bisa diunduh secara gratis di sini .