IIA Terbitkan Practice Advisory tentang Root Cause Analysis

Dibaca 688 kali

Tanggal 16 Desember 2011 kemarin,  IIA merilis Practice Advisories (PA) baru mengenai Analisis Akar Penyebab (Root Cause Analysis atau RCA) sebagai pengaturan lebih lanjut dari Standar butir 2320 – Analisis dan Evaluasi. PA yang berkode lengkap “Practice Advisory 2320-2: Root Cause Analysis” tersebut segera dapat digunakan sebagai acuan bagi seorang auditor internal dalam penugasannya.

Sebagaimana kita ketahui, seorang auditor internal tidak diperkenankan untuk melompat ke dalam kesimpulan, atau mendapatkan hasil penugasan secara sembarangan. Standar #2320 mensyaratkan seorang auditor internal untuk mendasarkan kesimpulan dan hasil penugasannya dengan menggunakan pisau analisis dan evaluasi yang tepat. RCA ini merupakan salah satu pisau analisis yang disarankan oleh profesi.

Sesuai dengan namanya, RCA ini untuk mengetahui MENGAPA suatu masalah muncul, bukan hanya sekedar mengidentifikasi dan melaporkan masalah itu sendiri. RCA ini diharapkan dapat menjadi alat untuk menganalisis masalah secara mendasar hingga ke akarnya, sehingga masalah yang ditemukan dan telah diberikan saran perbaikan tidak mudah untuk kembali berulang.

Teknik RCA sederhana yang disarankan dalam PA ini antara lain adalah dengan metode “5 Mengapa”. Sebagai contoh: Pekerja terjatuh. Mengapa terjatuh? Karena oli berceceran di lantai. Mengapa? Karena ada part mesin yang rusak. Mengapa? Karena pengadaan part sulit  dilakukan. Mengapa? Karena kebijakan pengadaan berubah. Mengapa? Pejabat berwenang memutus tidak jelas. Pada ‘mengapa’  kelima ini biasanya akan semakin mendekati akar permasalahan yang sebenarnya. Dalam contoh di atas, saran untuk memperjelas otorisator pengadaan tentu akan lebih bersifat mendasar dan mencegah perulangan masalah, daripada sekedar membersihkan lantai dari ceceran oli.

Teknik-teknik RCA yang lain juga disarankan oleh PA ini untuk dapat digunakan, antara lain:

  1. Analisis modus kegagalan dan pengaruhnya.
  2. Diagram SIPOC (pemasok, input, proses, output, pelanggan).
  3. Bagan alir proses, sistem, dan data.
  4. Diagram tulang ikan (Ishikawa).
  5. Daftar Pareto.
  6. Statistik korelasi.

Walaupun PA ini tidak memberikan petunjuk rinci  mengenai teknik-teknik tersebut, namun penjelasan teknik-teknik tersebut dapat dengan mudah ditemukan di internet.

Bukan hanya teknik, dalam PA ini juga diberikan panduan mengenai posisi independensi dan objektivitas auditor internal dalam melakukan analisis dan evaluasi dengan RCA. Demikian juga dengan keahlian, keterampilan, waktu dan investasi sumber daya yang diperlukan lainnya dalam melakukan RCA. Tak kalah penting juga perlunya mengantisipasi hambatan yang mungkin muncul dari manajemen bisnis mengingat RCA ini kemungkinan akan menyerap pula sumber daya staf mereka, dan juga karena sifatnya  yang mendasar akan memerlukan investasi yang lebih besar dalam melakukan perbaikan.

Bagi Anda yang menjadi member IIA, silakan mengunduh PA terbaru tersebut di sini  (format PDF 263KB)